PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BISKUIT DAUN TAWALOHO (SPONDIAS PINNATA (L) KURZ) DAN JAMUR TIRAM SEBAGAI CEMILAN PENCEGAH STUNTING DI DESA AMAROA KABUPATEN KONAWE

Authors

  • Musdalipah Musdalipah Politeknik Bina Husada Kendari
  • Sesilia Sesilia Politeknik Bina Husada Kendari
  • Nur Saadah Daud Politeknik Bina Husada Kendari
  • Eny Nurhikma Politeknik Bina Husada Kendari
  • Esti Badia Politeknik Bina Husada Kendari
  • Yulianti Fauziah Politeknik Bina Husada Kendari
  • Reymon Reymon Politeknik Bina Husada Kendari
  • Karmilah Karmilah Politeknik Bina Husada Kendari
  • Syamsu Alam Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33759/asta.v5i1.715

Keywords:

community empowerment, stunting, biscuits, oyster mushrooms, tawaloho leaves

Abstract

Masalah stunting di Indonesia masih menjadi fokus utama perhatian pemerintah. Salah satu penyebab stunting pada balita adalah kurangnya asupan nutrisi, terutama energi, protein, zat besi, zink, dan kalsium. Upaya untuk meningkatkan status gizi dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi, seperti pemberian biskuit sebagai makanan pendamping. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh LPPM Politeknik Bina Husada Kendari dan Universitas Halu Oleo merupakan bentuk kerja sama dalam pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan daun tawaloho dan jamur tiram dalam bentuk biskuit sebagai bahan cemilan sehat untuk mencegah stunting di Desa Amaroa, Kabupaten Konawe. Pembuatan biskuit sebagai cemilan memiliki potensi untuk dijadikan makanan tambahan pencegah stunting bagi

balita. Metode kegiatan dilakukan melalui pembuatan biskuit pada masyarakat Desa Amaroa sebanyak 30 orang. Kegiatan dilakukan dimulai dari pemanenan, sortasi basah, sortasi kering, pengeringan, pemotongan dan penghalusan daun tawaloho dan jamur tiram. Selanjutnya dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu FA (1 g), FB (3 g), dan FC (5 g) lalu dilakukan pengujian organoleptik, kesukaan, kekerasan dan keseragaman bobot. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Amaroa memiliki antusias yang tinggi berpartisipasi mengukuti kegiatan sampai selesai. Pada  pengujian organoleptik, biskuit pada formula FA, FB dan FC berwarna kuning kecoklatan, bau khas susu, dan memiliki rasa yang renyah. Uji kekerasan dan keseragaman bobot pada FA, FB dan FC memiliki tekstur biskuit dengan berat yang seragam. Uji kesukaan menunjukkan biskuit pada FA(100%), FB(100%), dan FC(100%). Sebagai kesimpulan bahwa daun tawalowo dan jamur tiram dapat diformulasikan dalam bentuk biskuit dan dimanfaatkan sebagai cemilan pencegah stunting di Desa Amaroa Kabupaten Konawe.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alifiah, M., Pramita, N., Anggra, S., Azal, E., Fatimatuzzahroh, D., & Rosmaharini, S. (2023). Pelatihan Pembuatan PMT dari Susu Sapi dan Biskuit Alami Bagi Anak dengan Stunting di Desa Murukan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dedikasi Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 126–136.

Badan Standarisasi Nasional). (2011). Biskuit (BSN (ed.); 1st ed.). BSN.

Fihrina, M., Setiawan, D. I., Slamet, N. S., Mohamad, F., Setiawan, D. I., Slamet, N. S., & Pomalingo, A. Y. (2022). Potensi Biskuit “Tyam”(Biskuit Dengan Substitusi Tepung Tempe Dan Serbuk Bayam) Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting Pada Balita. Gorontalo Journal Health & Science Community, 6(1), 51–61.

Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI.

Musdalipah, M., Murtafia, M., Nurhikma, E., Daud, N. S., & Rusli, N. (2023). Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan ( Spondias pinnata ( Linn . F .) Kurz ) Sebagai Cemilan Antidiabetes. Nadikami, 01(2), 59–71.

Musdalipah, M., Nunigrum, A., Daud, N. S., Hikma, E. N., Rusli, N., Badia, E., Reymon, Wulaisfan, R., Fauziah, Y., Karmilah, Yodha, A. W. M., & Alam, S. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Desa Ranoeya Melalui Pelatihan Pembuatan Cemilan Churros Daun Salam (Syzygium Polyanthum Wight) Bagi Penderita Diabetes Di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Jurnal Abdi Masyarakat Kita, 4(1), 96–110.

Musdalipah, M., Nurhikma, E., Sofyan, S., Rusli, N., Daud, N., Yusriani, L., & Alam, S. (2021). Pemanfaatan Daun Tawaloho Sebagai Makanan Sehat dalam Sediaan Biskuit Untuk Masyarakat Mekar Baru Sulawesi Tenggara. Jurnal Masyarakat Mandiri, 5(4), 2099–2108.

Nugroho, Y., Soendjoto, M. A., Suyanto, Matatula, J., Alam, S., & Wirabuana, P. Y. A. P. (2022). Traditional medicinal plants and their utilization by local communities around Lambung Mangkurat Education Forests, South Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas, 23(1), 306–314.

Setyawan, R. H., & Kamil, R. Z. (2021). Edible Mushroom Potency to Alleviate Stunting Through Gut Microbiota Modulation : A Review. Prosiding Biologi Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change, 119–132.

Simanullang, G., Sari, U., Fauziyya, R., & Rahayyu, A. (2023). Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Biskuit Pencegah Stunting Jamur Tiram Putih dan Labu Kuning di Posyandu Desa Banjar Agung. Innovation for Community Service Journal, 1(2), 42–47.

Sukoco, A., & Handayani, S. (2020). Pelatihan Proses Pembuatan Biskuit dari Tepung Pepaya dan Pisang di Desa Silo, Jember. Jurnal Pengabdian Masyarakat J-DINAMIKA, 5(1), 10–14.

Syarfaini, Satrianegara, M. F., & Alam, S. (2017). Analisis Kandungan Zat Gizi Biskuit Ubi Jalar Ungu ( Ipomoea batatas L . Poiret ) Sebagai Alternatif Perbaikan Gizi Di Masyarakat. Public Health Science Journal, 9(2), 138–152.

Tarwendah, I. P. (2017). Studi Komparasi Atribut Sensori dan Kesadaran Merek Produk Pangan. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 5(2), 66–73.

Published

2025-01-31

Similar Articles

1-10 of 60

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)